Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Pendekatan Tourist Friendly Community dalam Tata Kelola Pelayanan Wisata Berbasis Komunitas di Pulau Samalona

Penulis

  • Sulmiah Universitas Negeri Makassar Author
  • Nurul Ayuni Universitas Negeri Makassar Author
  • Aiman Sabar Rezeky Universitas Negeri Makassar Author
  • Herlina Sakawati Universitas Negeri Makassar Author
  • Muhammad Nuryamin Universitas Negeri Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.70188/wjxycz59

Kata Kunci:

Keramahtamahan, Pelayanan Wisata, Pemberdayaan Masyarakat, Pulau Samalona, Komunitas Ramah Wisatawan, Hospitality, Tourism Services, Community Empowerment, Samalona Island, Tourist-Friendly Community

Abstrak

Pulau Samalona merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kota Makassar yang memiliki tingkat kesesuaian lahan rekreasi pantai sebesar 94,87%. Namun, masyarakat pelaku pelayanan wisata belum memiliki standar pelayanan yang seragam, pemahaman hospitality yang optimal, serta mekanisme penanganan keluhan wisatawan yang terstruktur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema PNBP Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Pulau Samalona sebagai pelaku utama pelayanan wisata berbasis komunitas (Community Based Tourism) melalui pendekatan Tourist Friendly Community. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif (participatory community empowerment) yang meliputi empat tahapan utama: sosialisasi dan identifikasi kondisi awal, pelatihan hospitality serta penerapan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), pendampingan praktik lapangan dan simulasi penanganan keluhan, serta pembentukan Kelompok Penggerak untuk keberlanjutan program. Kegiatan lapangan dilaksanakan pada 19 September 2026 di Pulau Samalona dengan melibatkan 30 orang masyarakat sasaran yang terdiri dari penyedia jasa perahu, penginapan (homestay), pemandu wisata, penyewaan peralatan snorkeling, dan usaha kuliner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai standar keramahtamahan, kemampuan berkomunikasi secara jelas dan transparan mengenai tarif layanan, serta kesiapan menerapkan SOP pelayanan wisata ramah wisatawan. Program ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola pelayanan wisata bahari berbasis komunitas di wilayah kepulauan.      

Referensi

Arianty, W. D. W. I. (2026). Strategi Pengembangan Wisata Bahari Berbasis Preferensi Generasi Z Melalui Penerapan Prinsip Blue Economy Di Kepulauan Spermonde Kota Makassar= Marine Tourism Development Strategy Based on Generation Z Preferences through the Application of Blue Economy P. Universitas Hasanuddin.

Azzahra, S. A. (2025). The Implementation Of Community Based Tourism (CBT) In Samalona Island, Makassar. Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies, 2(1), 184–192.

Junaid, I., Sigala, M., & Banchit, A. (2021). Implementing community-based tourism (CBT): Lessons learnt and implications by involving students in a CBT project in Laelae Island, Indonesia. Journal of Hospitality, Leisure, Sport & Tourism Education, 29, 100295.

Kemala, Z., & Rasid, K. A. (2026). Evaluasi Implementasi Standar Operasional Prosedur Berbasis Community-Based Tourism dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pengunjungdi Desa Wisata Lebak Muncang. Manajemen dan Pariwisata, 5(1), 118–128.

Mubarak, M. H. Q. (2024). Evaluation of land suitability and carrying capacity for Samalona Island beach tourism in Makassar City. Universitas Hasanuddin.

Najib, M., Landa, E. A. R., Syam, A., Halim, N., & Rijal, S. (2025). Peran pelaku wirausaha dalam pengembangan pariwisata lokal (Studi objek wisata Pulau Samalona di Kota Makassar). Tourism Scientific Journal, 11(1), 135–149.

Prakasa, Y., Sawu, M. R., & Ulinnuha, M. F. (2023). Opportunities and challenges in development community-based marine ecotourism on Samalona Island, Makassar City. Journal of Tourism Sustainability, 3(2), 94–100.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31

Terbitan

Bagian

Artikel