Pemberdayaan Keluarga melalui Edukasi Gizi dan Diversifikasi Jagung untuk Mendukung Pencegahan Stunting di Takalar

Penulis

  • Ahmad Syaekhu Universitas Sawerigading Author
  • Megawati Megawati Universitas Sawerigading Author
  • Lukman Lukman Universitas Almarisah Madani Author

##doi.readerDisplayName##:

https://doi.org/10.70188/x2j77w94

Kata Kunci:

pemberdayaan keluarga, edukasi gizi, pangan lokal, diversifikasi jagung, pencegahan stunting

Abstrak

Pemanfaatan pangan lokal perlu disertai pemahaman gizi dan keterampilan pengolahan agar keluarga dapat menyusun makanan yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang gizi keluarga dan memperkenalkan diversifikasi jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kale Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, pada tahun 2025, dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, kader pelayanan kesehatan dan pemberdayaan keluarga, serta remaja putri. Pelaksanaan berlangsung selama satu hari melalui koordinasi dengan pemerintah desa, pengamatan potensi pangan, penyuluhan interaktif, praktik pembuatan es jagung Hawai, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan ditelaah secara deskriptif berdasarkan laporan pelaksanaan, respons peserta, serta dokumentasi materi dan produk. Peserta menunjukkan antusiasme dalam membahas stunting dan masa seribu hari pertama kehidupan. Laporan pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti praktik pembuatan produk yang diperkenalkan dengan pendampingan selama kegiatan. Kader menyampaikan rencana melanjutkan pelatihan melalui kegiatan bulanan, sedangkan pemerintah desa mendukung pengembangan usaha berbasis jagung. Kendala mencakup keterbatasan peralatan, pemahaman awal yang belum merata, dan variasi sumber protein yang terbatas. Resep produk masih memerlukan peninjauan kandungan gula, kecukupan protein, ukuran porsi, dan kesesuaian usia sebelum digunakan sebagai makanan tambahan balita. Kegiatan menghasilkan pengalaman belajar dan keterampilan pengolahan yang dapat menjadi dasar pendampingan berikutnya. Dampak terhadap pertumbuhan anak belum dapat disimpulkan karena tidak tersedia pengukuran pengetahuan terstandar maupun data antropometri sebelum dan sesudah kegiatan.  

Referensi

Adegbusi, H. S., Ismail, A., Mohd Esa, N., & Mat Daud, Z. A. (2022). Evaluation of nutritional quality of complementary foods formulated from blends of Nigerian yellow maize (Zea mays), soybean (Glycine max) and crayfish (Procambarus clarkii). Journal of the Science of Food and Agriculture, 102(15), 6961–6973. https://doi.org/10.1002/jsfa.12057

Mardani, R. A. D., Wu, W. R., Hajri, Z., Thoyibah, Z., Yolanda, H., & Huang, H. C. (2024). Effect of a nutritional education program on children’s undernutrition in Indonesia: A randomized controlled trial. Journal of Pediatric Health Care, 38(4), 552–563. https://doi.org/10.1016/j.pedhc.2024.02.006

Mardiyani, S. A., Khoiriyah, N., Muslikah, S., & Qur’ania, A. (2024). Pencegahan stunting pada keluarga balita di Posyandu RW 01 Kelurahan Tlogomas melalui edukasi olahan pangan lokal berprotein tinggi. Indonesian Journal of Community Services, 6(2), 166–174. https://doi.org/10.30659/ijocs.6.2.166-174

Rachmah, Q., Astina, J., Atmaka, D. R., & Khairani, L. (2023). The effect of educational intervention based on theory of planned behavior approach on complementary feeding: A randomized controlled trial. International Journal of Pediatrics, 2023, 1086919. https://doi.org/10.1155/2023/1086919

World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. Geneva, Switzerland: Author. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-30

Terbitan

Bagian

Artikel