Pelatihan Kesadaran Pangan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Kecamatan Tallo Kota Makassar

Penulis

  • Rifdan Rifdan Universitas Negeri Makassar Author
  • Haerul Haerul Universitas Negeri Makassar Author
  • Manan Sailan Universitas Negeri Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.70188/47hbvk72

Kata Kunci:

kesadaran, kemandirian, pangan, awareness, independence, food

Abstrak

Pelatihan Kesadaran Pangan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan. Program ini menyasar masyarakat, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang konsep kemandirian pangan dan penerapan teknik pertanian berkelanjutan. Hasilnya, peserta mulai menerapkan praktik yang berdampak pada peningkatan produksi pangan serta pengurangan ketergantungan terhadap input pertanian eksternal. Selain itu, pembentukan kelompok tani dan koperasi pangan telah memperkuat kelembagaan lokal, yang menjadi faktor kunci dalam mendukung kemandirian pangan komunitas. Diversifikasi sumber pangan melalui pengembangan tanaman lokal juga berhasil meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas gizi masyarakat. Program ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam membangun kemandirian pangan di tingkat komunitas.

Referensi

Ariani, M. (2007). Penguatan Ketahanan Pangan Daerah Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.Pusat Analisis dan Kebijakan Pertanian. Bogo.

Covic, N. and H. SL. (2016). Achieving a nutrition revolution for Africa: The road to healthier diets and optimal nutrition. ReSAKSS Annual Trends and Outlook Report 2015.

Fanzo, J., Hunter, D., Borelli, T., & Mattei, F. (2013). Diversifying food and diets: Using agricultural biodiversity to improve nutrition and health. Dalam Diversifying Food and Diets: Using Agricultural Biodiversity to Improve Nutrition and Health. https://doi.org/10.4324/9780203127261

Gliessman, S. R. (2007). Agroecology: The Ecology of Sustainable Food Systems (2nd ed.). . CRC Press.

Ostrom, E. (2015). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Dalam Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. https://doi.org/10.1017/CBO9781316423936

Pretty, J. (2008). Agricultural sustainability: concepts, principles and evidence. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 363(1491), 447–465. https://doi.org/10.1098/rstb.2007.2163

Pretty, J., Toulmin, C., & Williams, S. (2011). Sustainable intensification in African agriculture. International Journal of Agricultural Sustainability, 9(1), 5–24. https://doi.org/10.3763/ijas.2010.0583

Simatupang, P. (2006). Kebijakan dan Strategi Pemantapan Ketahanan Pangan Wilayah. Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian Sebagai Penggerak Ketahanan Pangan Nasional.

Tilman, D., Cassman, K. G., Matson, P. A., Naylor, R., & Polasky, S. (2002). Agricultural sustainability and intensive production practices. Nature, 418(6898), 671–677. https://doi.org/10.1038/nature01014

Uphoff, N. (2013). Agroecological innovations: Increasing food production with participatory development. Dalam Agroecological Innovations: Increasing Food Production with Participatory Development. https://doi.org/10.4324/9781849770446

Wulandari, V. (2011). Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Rosella (Hibiscus Sabdariffa L). Di Tanah Ultisol. Jurnal. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas Padang.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-01

Terbitan

Bagian

Artikel